Rabu, 17 Juni 2015

40.Anting-anting

40.Anting-anting



Anting-anting di telinga mbakyu
membuat manis wajah
Dan genit
Anting-anting bermata
Memberi indah telinga mbakyu
Dari apa didengar
Suara baik
Anting-anting kanan kiri
Saudara  kembar namun tak bertemu
Satu menari
Satu diam
Untuk tidak saling ketemu.






(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)

41.Panci

41.Panci



indah panci
pantatnya
manis panci
pantatnya
pantat berlubang
panci ditendang
panci disayang
pantatnya  dipegang
jangan bolong.




\




(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)

42.Pisang

42.Pisang


Pisang sebuah dari sesisir
Sesisir dari setandan
Setandan dari keranjang bakul pisang
Dari petani kebun desa seberang
Entah siapa yang makan
Sebuah untuk teman obat
Sebuah untuk bayi
Sebuah untuk cuci nulut tuan
Pisang tak pernah lurus
Slalu melengkung
Hanya untuk kerapihan sisir dan tandan
Agar merapat indah
Sesisir lalu setandan.





(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)

43.Oblong

43.Oblong



Hari santai dan oblong
Terik pagi
di lapang
basah oleh keringat
dan menjadi lap muka
lalu kering seketika
oleh angin laut
sehingga oblong tak perlu diangin
tali jemuran
oblong terbawa angin
mengibarkan oblong
teman
santai  yang tak membuat susah.



(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)

44.Pisau

44.Pisau



Pisau di dapur dan ibu
Adalah  yang mengiris waktu
Menjadikan hari-hari berlalu
Merajang kalender untuk lebih cepat tanggal muda
Dan memotong tahun.
Sayur bawang dan Lombok mengejar pisau mendahului matanya yang tajam








(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)

45.Pistol

45.Pistol



menyimpan nafsu
menyimpan kharisma
menyimpan wibawa
menyimpan tuah
dan menyimpan petaka
jangan tarik pelatuk
hanya untuk perkara dunia
sarungi pistol
tanpa
peluru pembunuh
pistol
memilih diam dan bicara cepat.





(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)

46.Kaos Kaki

46.Kaos Kaki



Kaos kaki bapak bau terasi
Karena keringat kaki di kantor tadi
Yang kering oleh kaos kaki
Kaos kaki bapak dalam sepatu
karena kaos kaki tak punya rumah
kecuali kaki bau terasi
kaos kaki menghias kaki dan sepatu
walau baun terasi
berjasa walau bau terasi
karena seperti juga terasi
bau namun disukai






(rg. Bagus Warsono 2004, Jangan Jadi Sastrawan)